10 MEI, YUK MENGENAL LUPUS!

Hai! Perkenalkan saya Intan, di sini saya akan mengajak kamu berkenalan dengan Lupus! Bukan Lupus yang identik dengan permen karet tapi Lupus yang merupakan penyakit seribu wajah!

Manusia merupakan makhluk yang rentan sekali terjangkit penyakit. Penyakit sendiri merupakan sebuah tanda dimana imunitas tubuh sedang tertanggu (abnormal) yang tentuny akan mempengaruhi struktur dan fungsi dari tubuh itu sendiri.

Sejak awal tahun 2020 bumi dilanda dengan sebuah pandemi virus covid-19 yang merupakan sebuah penyakit pada sistem pernapasan. Hingga saat ini covid telah merenggut 45.949  jiwa di Indonesia sedangkan di dunia sebanyak 2.028.212 jiwa pada 3 Mei 2021. Namun disamping pandemi virus covid-19 ada sebuah penyakit yang telah lebih dulu ada namun tidak disadari dan sulit untuk disadari. Masyarakat dapat dikatakan jauh dari kesadaran dan pengetahuan sehingga penyakit yang satu ini dapat dibilang “disepelekan” padahal, penyakit ini tidak pernah main-main. Siapakah dia? Ya.. Dia adalah Lupus.

Lupus merupakan sebuah penyakit kronis yang disebabkan oleh sistem imun yang seharusnya membentengi diri dari berbagai virus namun justru salah menangkap dan menyerang sistem jaringan tubuh itu sendiri. Lupus sendiri disebut sebagai penyakit seribu wajah karena gejalanya yang beragam seperti gejala penyakit lain dan sulit untuk diidentifikasi secara langsung. Penyebabnya tidak pasti dan beragam  beberapa diantaranya adalah sengatan sinar matahari, infeksi, dan obat-obatan.

Selanjutnya, saya akan sedikit menceritakan sejarah dari Lupus, gimana tuh ceritanya? Langsung aja cekidot!

Sejarah Lupus

Menurut sejarah penyakit lupus telah ada sejak tahun 600 Masehi (Dr. Yuliasih, dr., SpPD-KR-2017). Istilah lupus dahulu dikenal dengan SLE yang ditemukan holeh Hippocrates pada tahun 400 M dan Paracelcus pada 1500 M.

Selama berabad-abad penyakit ini hanya dianggap sebuah penyakit kulit biasa. Akan tetapi pada tahun 1849 Sarjana Osler mengemukakan pendapat bahwa ini bukan sekedar penyakit kulit biasa akan tetapi penyakit yang bersifat sistemik. Pada tahun 1850an, seorang Sarjana Paris Cazenafe dan Clausit menuturkan bahwa penyakit ini identik dengan bercak dan luka di area wajah mirip gigitan srigala. Sehingga dinamai dengan istilah “lupus” yang dalam bahasa latin berarti serigala. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada tahun 1940 baru dapat disimpulkan bahwa penyakit lupus bukan sebuah penyakit kulit biasa namun juga dapat muncul tanpa ada gejala kelainan pada kulit. Setelah tahun 1950 kasus lupus yang awalnya jarang menjadi semakin meningkat ditambah gejala nya yang sulit diidentifikasi. Sehingga untuk mendiagnosanya diperlukan sebuah rangkaian tes seperti tes darah , urine, dll.

Karena kesadaran akan penyakit lupus masih rendah kemudian World Lupus Federation di Eaton, Inggris mencentuskan sebuah naskah proklamasi pada tahun 2003 mengenai  peringatan hari lupus sedunia. Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan 13 negara berbeda.

Gimana temen-temen udah tau kan perjalanan Lupus sampai pada penetapan hari peringatannya?

Nah, jika teman-teman bertanya apa saja gejala yang dialami oleh penyandangnya, disini saya akan menjawabnya, antara lain dibagi menjadi 2 jenis gejala yakni gejalan umum dan gejala yang sulit diidentiikasikan.

Gejala Umum

  • Tubuh sering merasa kelelahan.
  • Terasa nyeri atau terjadi pembengkakan pada sendi yang umumnya terjadi pada pagi hari.
  • Terdapat ruam kulit di wajah dengan bentuk kupu-kupu di daerah pipi. Tanda ini sangat khusus dan mudah diidentifikasi secara langsung.

Gejala yang Sulit diidentifikasi

  • Sariawan yang tak kunjung sembuh dan sering muncul.
  • Demam tinggi (38 derajat Celsius atau lebih).
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit kepala.
  • Rambut rontok.
  • Mata kering.
  • Sakit dada.
  • Hilang ingatan.
  • Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.
  • Tubuh menyimpan cairan berlebihan, sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Gimana teman-teman? Sangat kompleks bukan? Selanjutnya, ada hal yang paling penting bagi teman-teman untuk diketahui, tau gak sih, kalo Lupus itu sebanarnya bukan penyakit yang menular, umumnya penderitanya adalah wanita usia 15-40 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa penderitanya juga merupakan laki-laki.

Jenis-jenis Lupus :

  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE).

Jenis lupus yang paling umum dialami masyarakat. SLE menyerang sistem jaringan dan organ sehingga dapat diidentifikasi sebagai penyakit lain. Tingkat gejala dari ringan hingga parah. Seperti kelelahan dan nyeri sendi. Pengidap SLE sering ditemukan mengalami depresi, tertekan, dan cemas.

  • Lupus Eritematosus Diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).

Jenis ini menyerang jaringan kulit yang mampu menjalar ke organ dalam. Disebabkan oleh sengatan sinar matahari dan obat-obatan dengan gejala rambut rontok, pitak permanen, dan ruam merah bulat mirip sisik yang menebal kemudian menjadi bekas luka.

Lalu, bagaimana cara untuk mendiagnosa seseorang mengidap penyakit Lupus? Tentunya teman-teman bisa tahu melalui pemeriksaan medis yang berupapemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA), pemeriksaan urine, dan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal dan hati.

Lupus di Mata Dunia

“Saat lupus merupakan isu kesehatan global, lebih dari setengah (51 persen) responden survey tak menyadari bahwa lupus adalah sebuah penyakit,” temuan 16-Nation Survey, dikutip dari keterangan resmi World Lupus Federation. World Health Organization telah mencatat jumlah penderita lupus di dunia hingga saat ini mencapai lima juta orang, dan setiap tahunnnya ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online 2016, terdapat 2.166 pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit lupus. Tren ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2014, dengan ditemukannya 1.169 kasus baru. Tingginya angka kematian akibat lupus perlu mendapat perhatian khusus karena 25% atau sekitar 550 jiwa meninggal akibat lupus pada tahun 2016. Sebagian penderita lupus adalah perempuan dari kelompok usia produktif (15-50 tahun), meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak, dan remaja. (Sumber: Kementerian Kesehatan RI).

Adapun tokoh-tokoh dunia yang pernah terjangkit lupus:

  1. Lady Gaga
  2. Selena gomez
  3. Toni Braxton
  4. Nic Canon
  5. Seal

Lupus Di Indonesia

Di Indonesia berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, asumsi prevalensi penyakit lupus sebesar 0,5 persen atau sekitar 1,25 juta jiwa. Namun, hanya 12 persen dari jumlah itu yang dilaporkan. Sedangkan terdapat data lebih dari 150 ribu kasus pertahun.Walaupun begitu kesadaran dan pemahaman akan lupus masih tergolong rendah.

Beberapa tokoh publik pernah terjangkit penyakit lupus.

  1. Asyhanti (Penyanyi)
  2. Raditya Dika (Komedian)
  3. Qory Sandioriva (Puteri Indonesia 2009)
  4. Ega Olivia (Aktris)
  5. Eva Rinjani (Youtuber)

Dengan ini teman-teman sudah lebih mengenal Lupus lebih dalam bukan? Nah, tidak hanya itu, saya akan memberikan tips-tips kepada teman-teman semua mengenai sebuah pencegahan untuk menghambat berkembangnya Lupus, yang mana antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari stress dengan menerapkan pola hidup sehat.
  2. Kurangi kontak langsung dengan sinar matahari. Khususnya diatas jam 9 Pagi.
  3. Berhenti merokok.
  4. Berolahraga.
  5. Melakukan diet nutrisi.

Sampai sini dulu yaa perkenalannya! Semoga kita semua dapat lebih peduli dengan kesehatan sekitar. Selamat hari Lupus sedunia!!

Ditulis oleh Intan Nur Shaqila

Referensi

Sukendra, R. A. (2016). Hubungan Keparahan Penyakit, Aktivitas, dan Kualitas Tidur Terhadap Kelelahan Pasien Systemic Lupus Erythematosus. Unnes Journal of Public Health, 5 (3), 221-231.

alodokter.com : lupus

cnnindonesia.com : Hari Lupus Sedunia, Kesadaran Publik akan Lupus Masih Rendah

Halodoc.com : Lupus

Halodoc.com : Penyebab Penyakit Lupus Terungkap

rematik-autoimun.com : Seputar Penyakit Rematik dan Autoimun Lainnya

Youtube.com (KlikDokter) : Lupus : Penyakit Seribu Wajah

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *