21 MARET SEBAGAI HARI PUISI DUNIA

Peringatan Hari Puisi Sedunia, merupakan momentum bagi kita untuk merayakan ekspresi linguistik. Pada 1999 saat UNESCO mengadakan Konferensi Umum yang ke-30 di Paris, ia menetapkan 21 Maret sebagai peringatan hari puisi sedunia, dengan tujuan mendukung keragaman linguistik melalui ekspresi puitis dan meningkatkan kesempatan bahasa yang terancam punah untuk didengar. Seperti yang dikatakan oleh mantan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, “Puisi adalah salah satu ekspresi paling murni dari kebebasan bahasa. Ini adalah komponen identitas masyarakat dan mewujudkan energi kreatif budaya, karena dapat terus diperbarui.”. Sedangkan hari puisi nasional diperingati tanggal 28 April yang sekaligus mengenang atas wafatnya Chairil Anwar pada 1949.

Faktanya, hari puisi sedunia juga berlangsungan dengan hari penghapusan diskriminasi rasial, hari hutan sedunia dan hari down syndrome.

Dengan perayaan ini, mari mengenal penyair-penyair dermawan lebih dalam dari biasanya, berikut 5 penyair hebat menurut IDN Times

  • William Shakespeare

Seorang sastrawan nasional yang sering disebut sebagai penyair, penulis drama, dan actor asal Inggris dari era Renaissance, diberi julukan “Pujangga dari Avon”. Lahir di Warwickshire, tanggal 23 April 1564. Yang dilahirkan dari sepasang kekasih, yakni John Shakespeare, seorang pedagang kulit yang sukses sekaligus seorang anggota dewan kotapraja dan Mary Arden, seorang putri bangsawan yang terhormat. Selama bersekolah ia mendalami Bahasa Latin dan mempelajari acting, menulis, serta menghapal. Salah satu karya legendarisnya adalah sebuah kisah berjudul “Romeo and Juliet”. Kini ia telah meninggalkan karyanya sebanyak 36 lakon drama, 2 sajak naratif, dan 154 sonata.

Topik-topik yang Shakespeare ambil untuk karyanya adalah antara lain, roman, politik, dan perang saudara. Melaui drama-dramanya, Shakespeare menawarkan pemahaman akan pertanyaan “Apa artinya untuk hidup?”, “Bagaimana cara hidup?” dan “Apa yang harus dilakukan?”. Artinya, ia telah menangkap berbagai emosi dan konflik manusia.

Lima tahun sebelum kematiannya, ia telah berhenti menulis. hidup Shakespeare berakhir pada 23 April 1616.

  • W.S. Rendra

Penulis sajak Pesan Pencopet kepada pacarnya memilik nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, lahir di Solo, 7 November 1935. Ia merupakan seorang penyair dan juga sastrawan Indonesia yang dijuluki “Si Burung Merak”. Julukan tersebut ia dapat ketika ia dan teman-temannya berkunjung ke kebun binatang, dan salah seorang temannya berseru “Itu Rendra” ketika melihat burung merak jantan yang sedang memarken bulu-bulunya sama seperti Rendra yang suka pamer, katanya.

Bakatnya sudah muncul ketika ia duduk di bangku SMP ketika ia memerankan sebuah tokoh dalam drama berjudul “Kaki Palsu”. Dan ketika SMA, Renda juga memainkan drama berjudul “Orang-orang di Tikungan Jalan”. Dramanya mengantarkan Rendra memenangkan juara satu di Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta.

Pada 1952, puisi-puisi Rendra mulai dimuat di dalam kolom-kolom majalah Siasat. Beberapa puisinya yang dimuat adalah Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi. Puisi-puisi Rendra juga ikut diterjemahkan ke dalam beberapa Bahasa, di antaranya bahasa Inggris, Bahasa Belanda, Bahasa Jerman.

Rendra pernah mengatakan dalam buku Kaum Intelektual dalam Catatan Kaki Kekuasaan (2007) bahwa seorang seniman bukanlah penghibur yang tidak perlu penghayatan. Artinya ia menegaskan bahwa setiap karya yang ia tulis dan buat merupakan karya yang diciptakan melalui relevansi gejala sosial.

  • Kahlil Gibran

Seniman sekaligus penyair kelahiran Lebanon yang menjadi terkenal karena karya mistik Arabnya memperoleh ketenaran setelah terbitnya The Prophet pada 1923 yang menjadikannya penyair terlaris ketiga sepanjang masa setelah Shakespeare dan Lao-Tzu. Ia lahir tanggal 6 januari 1883 dari pasangan yang sederhana, bahkan dapat dikatakan bahwa Kahlil Gibran dilahirkan dalam lingkungan yang miskin. Maka dari itu, kesulitan ekonomi di Lebanon menjadi alasan keluarganya untuk pindah ke Amerika Serikat, di Baston pada 1894. Diketahui bahwa pribadi Gibran yang kosmopolit disebabkan oleh kehidupan dalam dua kutub ranah budaya yang berbeda, yakni Timur dan Barat, sehingga membuatnya tidak mengaitkan kebangsaan dan kebudayaan tertentu, namun mengaitkannya dengan perjuangan hak dan martabat manusia tanpa memandang batas bangsa dan budaya.

Gibran sendiri merupakan pelopor reformasi sosial dan memiliki dampak bagi negerinya di Lebanon, aksi itu terjadi karena dipengaruhi oleh kritik sosial yang dilancarkan oleh Gibran melalui tulisan-tulisannya. Akibat dari sifat beraninya Gibran, ia dikenal juga sebagai pemberontak terhadap ketidakadilan dan kemunafikan. Karyanya pernah dibakar di depan khalayak dan Gibran mendapati hukuman ekskomunikasi dari pimpinan gereja Manorit. Gibran telah menyelesaikan buku terakhirnya The Earth Gods pada 1931 serta telah menyelesaikan sebuah manuskrip tak lama sebelum kematiannya pada 10 April 1931.

  • Chairil Anwar

Dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes dan ibunya Saleha. Chairil merupakan Penyair legendaris yang juga dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” dalam karyanya yang berjudul Aku, merupakan pelopor Angkatan ’45, bersama dengan Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori  puisi modern di Indonesia.. Sebelumnya, puisi perjuangan Siap Sedia telah menimbulkan kontroversial bagi penjajah Jepang.

Sejak usia 15 tahun. Chairil bertekad menjadi penyair. Sang ayah, Toeloes adalah inspiratornya, karena Chairil menjadi terbiasa melahap buku setelah melihat kebiasaan ayahnya yang gemar membaca buku.

Sepeninggalannya Chairil pada 28 April 1949, ia meninggalkan 94 karya, yang di antaranya merupakan 70 sajak asli, 4 saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, 4 prosa terjemahan. Dalam puisi yang ia buat, ada pengaruh politik yang kuat pada gaya penulisannya, yakni perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia yang berpengaruh terhadap iklim sastra pada masa itu.

Puisi-puisinya yang terkenal antara lain, Aku, Karawang Bekasi, Diponegoro, Persetujuan dengan Bung Karno, Prajurit Jaga Malam, dan masih banyak lagi.

  • Sapardi Djoko Damono

Kabar duka disampaikan oleh rekannya Goenawan Mohammad pada 19 Juli 2020 di platform twitternya. Hal tersebut merupakan duka mendalam bagi dunia sastra Indonesia. Pak  Sapardi lahir sebagai anak pertama dari pasangan Sadyoko dan Saparian di Surakarta pada 20 Maret 1940. Sejak beliau duduk di bangku SMP, pak Sapardi sudah aktif menulis dan mengirimkannya ke majalah-majalah.

Selain menjadi penyair, Pak Sapardi juga dikenal sebagai dosen, pengamat sastra sekaligus kritikus sastra. Kepopuleran puisi-puisinya juga sebagian disebabkan oleh musikalisasi puisi oleh AriReda yang merupakan mantan mahasiswanya di FIB Universitas Indonesia. Selain puisi, Pak Sapardi juga telah menulis beberapa buku, yakni  Perang (1979),  Novel Jawa  (1950) dan Sihir Rendra:Permainan Makna (1999). Selain menulis karya-karya yang mampu menggerakkan imajinasi dan intuisi pembaca Pak Sapardi juga banyak menerjemahkan karya sastra asing ke dalam Bahasa Indonesia. Salah satu hasil terjemahannya adalah Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and The Sea, Hemingway).

Berkat kemahirannya dalam menulis puisi. Pak Sapardi banyak menuai penghargaan dan hadiah sastra sejak dari tahun 1963 hingga 2012. Penghargaan-penghargaan tersebut tidak hanya ia terima dari dalam negeri namun juga luar negeri. Salah satu  karya puisinya yang terkenal hingga mendapat penghargaan adalah “Ballada Matinya Seorang Pemberontak” yang menjadi karya pertama yang memperoleh hadiah sastra dari Majalah Basis pada tahun 1963.

Puisi merupakan sebuah surat kecil yang berisi ungkapan dari gairah hati saat terbakar api semangat, gembira, atau bahkan saat hati sedang membiru pilu.  Dengan menulis puisi artinya kita sedang meluapkan segala ekspresi dan emosi melalui pena di secarik kertas. Seperti 5 penyair hebat di atas. Karya-karya mereka mampu menyentuh hati pembaca bahkan menggerakkan semangat guna menghadapi suatu hal kurang lazim dalam kehidupan.

Untuk mengenang sekaligus bentuk apresiasi terhadap penyair dunia, kami mengucapkan “Selamat Merayakan Pesta Puisi Sedunia”.

Ditulis oleh Kastrat HM Sejarah UNDIP 2021

Referensi

biography.com : Kahlil Gibran

biography.com : William Shakespeare

ensiklopedia.kemdikbud.go.id : Chairil Anwar

ensiklopedia.kemdikbud.go.id : Sapardi Djoko Damono

en.unesco.org : World Poetry Day

idntimes.com : 5 Penyair Hebat Beserta Karyanya yang Wajib Kamu Tahu

Tirto.id : Sejarah Lahirnya W.S. Rendra 7 November 1933

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *