HARI DEMOKRASI INTERNASIONAL : APA ITU DEMOKRASI DAN BAGAIMANA DEMOKRASI DI INDONESIA?

Tanggal 15 September merupakan hari peringatan Demokrasi Internasional. Di mana negara-negara yang menganut sistem ini tentu akan merayakan hari Demokrasi Internasional. Hari Demokrasi Internasional ditetapkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa. PBB menetapkan hari Demokrasi Internasional pada tanggal 15 September 1988. PBB menetapkan hari Demokrasi Internasional memiliki tujuan untuk memperkenalkan dan menegakkan prinsip-psinsip demokrasi, selain itu bertujuan untuk mengundang semua negara anggota PBB dan organisasi untuk memperingati hari Demokrasi Internasional tersebut dengan cara yang tepat yang berkontribusi pada kesadaran politik.

Selain tujuan tersebut terdapat tujuan lain yaitu untuk meninjau keadaan demokrasi di dunia. Majelis Umum PBB ingin mengajak semua orang dan organisasi, baik pemerintah maupun non-pemerintah, untuk memperingati Hari Demokrasi Internasional. Hari peringatan tahunan tersebut juga menyerukan agar semua pemerintahan memperkuat program nasional mereka yang ditujukan untuk mempromosikan dan mengkonsolidasikan demokrasi. Selain itu, Majelis PBB juga mendorong semua organisasi untuk berbagi pengalaman mereka dalam mempromosikan demokrasi. Melalui promosi tersebut diharapkan mampu menegaskan kembali prinsip dasar dan nilai dari demokrasi.

Lalu, apa demokrasi itu? Demokrasi menurut bahasa, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dua kata, yaitu demos yang artinya rakyat dan kratos yang artinya pemerintahan, jadi demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, lebih dikenal dengan pemerintahan dari rakyat. Definisi dari demokrasi sendiri adalah bentuk dalam sistem pemerintahan suatu negara yang bertujuan untuk menciptaan kedaulatan bagi rakyatnya atau kekuasaan bagi warga negara atas negara untuk dijalankan oleh pemerintahan negara tersebut. Demokrasi menjadi konsep dalam sebuah ilmu politik.

Mengapa demokrasi menjadi konsep dalam ilmu politik? Karena demokrasi dianggap sebagai tolok ukur sebuah perkembangan perpolitikan di suatu negara. Demokrasi menjadi sistem pemerintahan yang sangat populer karena hampir semua negara di dunia ini menerapkan demokrasi di dalam sistem pemerintahannya. Jadi tidak heran mengapa demokrasi ibarat menjadi alat ukur keadaan politik di suatu negara terutama negara yang menerapkan demokrasi dalam kehidupan pemerintahan.

Demokrasi sudah di terapkan di berbagai negara, dan demokrasi memiliki jenisnya, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Dalam demokrasi langsung, setiap orang atau warga negara memiliki hak untuk membuat hukum bersama, namun demokrasi langsung biasanya tidak diterapkan dalam menjalankan negara, karena harus mengumpulkan seluruh warga negara untuk berkumpul membuat suatu undang-undang. Sedangkan dalam demokrasi tidak langsung orang atau warga negara memiliki hak yang digunakan untuk memilih perwakilan. Perwakilan yang telah di pilih tersebut bertugas membuat undang-undang bagi mereka yang sudah memilih. Demokrasi tidak langsung ini banyak diterapkan di berbagai negara, seperti di Indonesia dengan contoh adanya DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Bagaimana jalannya sistem demokrasi yang terjadi di Indonesia? Perlu kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Indonesia adalah negara penganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia, sehingga sudah sepatutnya memperingati dalam semangat menunjukkan kepada dunia sebuah proses demokrasi yang dewasa dan bermartabat. Sejarah demokrasi di Indonesia terbilang cukup panjang. Namun seolah tiada akhir, bangsa dan negara ini masih terus meningkatkan dan memelihara nilai-nilai serta praktik demokrasi yang sudah dijalankan.

Indonesia sendiri telah menerapkan asas demokrasi sejak 17 Agustus 1945. Namun, demokrasi yang dianut sempat berubah-ubah. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno Indonesia menganut 2 tipe demokrasi, yakni Demokrasi Liberal atau Parlementer dan Demokrasi Terpimpin. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, demokrasi di Indonesia diubah menjadi Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila masih dipertahankan sampai sekarang meskipun pemerintahan era Soeharto telah berakhir. Namun Demokrasi Pancasila mengalami beberapa perubahan.

Dalam demokrasi terdapat pemilihan langsung yakni pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan legislatif. Rakyat memilih secara langsung sesuai dengan hati nuraninya. Dikutip dari beritasatu.com, Menurut Nallom Kurniawan, yaitu seorang peneliti Mahkamah Konstitusi, “Tanpa kita sadari, demokrasi itu punya kelemahan. Bahkan saya mengatakan demokrasi itu punya cacat bawaan. Dalam demokrasi, suara terbanyak pasti menang. Apakah suara terbanyak pasti benar? Belum tentu. Apakah yang banyak bisa menindas yang sedikit? Bisa terjadi yang namanya tirani mayoritas terhadap minoritas. Hal ini umum terjadi di banyak Negara”. Sambung Nallom, konsep nomokrasi kini menjadi penyeimbang. Negara Indonesia tidak hanya berdasarkan konsep demokrasi, tapi juga berdasarkan norma atau nomokrasi. Oleh karena itulah perlu adanya lembaga yang mengawal konsep demokrasi dan nomokrasi yaitu Mahkamah Konstitusi.

Hari Demokrasi Internasional sebisanya dimanfaatkan oleh negara kita untuk merefleksikan kualitas berdemokrasi di Indonesia ini. Meski menganut demokrasi, dalam pelaksanaannya Indonesia masih harus belajar banyak. Beberapa hal yang terjadi di Indonesia jutsru dapat merusak esensi dari demokrasi itu sendiri.

Oleh : Divisi Kastrat & Penerbitan HM Sejarah Undip 2020

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *