Hari Laut Sedunia : Laut Indonesia Harus Dijaga Demi Rakyat dan Negara

Hari Laut Sedunia merupakan hari yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 8 Juni. Hari Laut Sedunia dirayakan di berbagai belahan bumi, termasuk negara kita Indonesia, karena Indonesia adalah negara maritim, jadi tidak heran kalau Indonesia memperingati Hari Laut Sedunia. Menurut sejarahnya Hari Laut Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni sejak pengajuan pertama pada tahun 1992 oleh Kanada kepada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil. Hari peringatan ini kemudian disahkan oleh PBB pada akhir tahun 2008. Sudah sejak tahun 2003 The Ocean Project telah mengoordinasikan hari peringatan ini dengan mengumpulkan para peserta setiap tahun.

Tujuan dari perayaan Hari Laut Sedunia ini adalah untuk memberikan dedikasi khususnya untuk menghargai laut-laut yang ada di dunia ini. Laut adalah hal penting bagi kelangsungan hidup manusia dan hewan. Karena sifat rakus manusia menyebabkan polusi global dan mengkonsumsi ikan secara berlebih membuat populasi ikan berkurang secara drastis. Peringatan ini menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat dunia tentang pentingnya menjaga kelestarian laut. Hari peringatan ini juga memberikan kesempatan berbeda untuk menyelenggarakan aksi komunitas dan personal untuk menjaga samudra dan hasil di dalamnya.

Indonesia merupakan negara yang dikelilingi lautan. Indonesia merupakan negara kepualaun terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang sampai Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta kmdaratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta kmZona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Merupakan suatu negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan, maka dari itu Indonesia disebut sebagai Negara Maritim.

Luasnya laut yang dimiliki Indonesia merupakan anugrah dari Tuhan. Namun hal tersebut kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah lebih memfokuskan pada bidang agraris daripada bidang maritim, sehingga laut yang luas ini pengelolaanya belum maksimal, padahal negara Indonesia adalah negara maritim. Dengan memiliki wilayah perairan yang sangat luas, bukan berarti laut adalah pemisah, namun laut adalah pemersatu. Pada pemerintahan ini sudah mulai dikembangkannya Tol Laut untuk mempermudah pelayaran antar pulau. Laut menjadi tempat mencari rezeki oleh masyarakat Indonesia terutama nelayan.. Nelayan di Indonesia pada waktu sebelumnya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal negara Indonesia adalah negara yang memiliki laut yang luas, namun dari kelebihan tersebut nelayan Indonesia ternyata hidup dalam lingkaran kemiskinan, ditambah lagi adanya nelayan asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Pencurian ikan itu menjadi parasit bagi negara Indonesia. Nelayan asing itu menggunakan alat yang lebih canggih daripada alat yang dimiliki nelayan Indonesia, sehingga biota bawah laut Indonesia dicuri oleh nelayan asing dengan mudah. Hal tersebut sangat merugikan negara dan terutama nelayan Indonesia yang kebanyaka masih menggunakan alat penangkap ikan yang sederhana. Dari kasus tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang harus memberikan perhatiannya kepada laut Indonesia dan kepada para nelayan di Indonesia. Memang pencuri ikan saat ini sudah ditindak tegas oleh pemerintah, dengan cara menenggelamkan kapal nelayan asing tersebut, namun hal itu belum cukup, karena perlu diingat kesejahteraan nelayan di Indonesia masih terbilang kurang, maka perlu ditingkatkan kesejahteraan tersebut oleh pemerintah. Dengan menjaga laut Indonesia dari para nelayan asing, berarti sudah menjaga kedaulatan laut Indonesia, hal itu harus terus dilakukan demi kedaulatan negara.

Selain masalah pencurian ikan dan kesejahteraan nelayan, masalah yang mengancam laut adalah sampah plastik yang dibuang ke laut. Menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun. Sebanyak 3,2 juta ton diantaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Hal tersebut akan mengakibatkan jumlah sampah plastik di laut Indonesia lebih banyak daripada ikan yang ada di laut Indonesia, selain itu akan mencemari air laut dan merusak ekosistem bawah laut. Menurut Ibu Susi Pudjiastuti, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Masalah ini menjadi pekerjaan bagi pemerintah. Pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Selain pemerintah, masyarakat Indonesia juga harus sadar mengenai bahaya penggunaan plastik secara berlebih. Untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di Indonesia sehingga sampah yang dibuang ke laut juga akan berkurang dan dapat menyelamatkan ekosistem laut. Jadi pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menyelamatkan bumi terutama laut.

Laut memang menjadi sumber daya alam yang penting bagi suatu negara, terutama sumber daya alamnya yang berada dibawah laut yang terkandung dalam bumi. Laut menjadi rebutan bagi negara-negara, seperti masalah Laut Cina Selatan. Masalah ini sebenarnya sudah lama terjadi tetapi hingga saat ini masih menjadi masalah yang belum selesai. Banyak negara yang terlibat dalam masalah ini terutama negara-negara ASEAN, seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan negara lainnya yang bermasalah dengan China daratan untuk memperebutkan kepemilikan Laut Cina Selatan. Banyak negara yang memperebutkan Laut Cina Selatan, karena wilayah tersebut merupakan wilayah yang ramai dengan pelayaran dan perdagangan, selain itu sumber daya yang terkandung di bawah Laut Cina Selatan menjadi salah satu alasan mengapa banyak negara yang merebutkannya. Dalam masalah ini Amerika Serikat ikut serta, bukan untuk merebutkan Laut Cina Selatan, tetapi sebagai penengah. Namun China tetap dengan pendiriannya untuk mengklaim Laut Cina Selatan. Tahun 2018 China meningkatkan aktivitas militernya di Laut Cina Selatan, hal tersebut menyulut emosi negara-negara kawasan Asia Tenggara dan yang dekat dengan Laut Cina Selatan. Sikap Indonesia terhadap klaim China atas Laut Cina Selatan adalah Indonesia dengan tegas menolak klaim tersebut.

Dengan adanya Hari Laut Sedunia diharapkan penduduk bumi semakin peduli dan sadar dengan kondisi laut saat ini. Banyak laut yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan negara dan diambil sumber dayanya dengan merusak laut tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Seharunya perlu adanya pembenahan dan perbaikan terhadap laut yang mengalami kerusakan dan pencemaran. 

Oleh : Divisi Kastrat & Penerbitan HM Sejarah Undip 2020

Referensi :

http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa

https://www.indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/sosial/menenggelamkan-pembuang-sampah-plastik-di-laut

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200514145623-4-158505/negara-negara-ini-ribut-dengan-china-di-laut-china-selatan

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200601071423-4-162149/laut-china-selatan-sikap-tegas-ri-tolak-klaim-china

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *