Hari Tani Nasional, 24 september 2021

Lahirnya peringatan Hari Tani bersamaan dengan tanggal pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 mengenai Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960). Hal ini berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963.

UUPA 1960 adalah cerminan semangat dan upaya dasar dalam perombakan struktur agraria Indonesia yang merupakan akibat dari warisan prinsip-prinsip hukum agraria kolonial. Prinsip yang dibawakan oleh UUPA 1960 adalah menempatkan tanah untuk kesejahteraan rakyat. UUPA mengatur pembatasan penguasaan tanah, kesempatan sama bagi setiap warga negara untuk memperoleh hak atas tanah, pengakuan hukum adat, serta warga negara asing tak punya hak milik.

Namun, selama UUPA 1960 diundangkan ternyata masih terjadi adanya ketimpangan struktur agraria dan konflik agraria juga masih terus terjadi. Hampir seluruh sektor telah terjadi penguasaan secara besar-besaran. Diskriminasi dan kriminalisasi terhadap petani pun seakan semakin digencarkan. Sehingga tidak sesuai dengan tujuan dari pada UUPA 1960 tersebut.

Saat ini reforma agraria di Indonesia tengah memasuki tantangan baru. Pada periode pertama pemerintahan (2014-2019) Presiden Joko Widodo memasukkan reforma agraria dan kedaulatan pangan sebagai program prioritas dalam Nawa Cita (sembilan program prioritas). Program reforma agraria dan kedaulatan pangan kembali dilanjutkan Presiden Joko Widodo pada periode kedua. Namun, komitmen Presiden Joko Widodo terkait reforma agraria ini masih ditunggu.

Tercatat, menjelang peringatan Hari Tani Nasional 2021, sejumlah lembaga bantuan hukum menyoroti kasus-kasus dugaan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap  kaum tani, misalnya seperti yang diungkapkan oleh LBH Semarang mengenai kriminalisasi yang berada di Desa Surokonto, Wetan, Kendal, Jawa Tengah. Kriminalisasi tersebut bermula dari rencana pembangunan pabrik semen di Rembang pada tahun 2009. Dan masih banyak lagi konflik agraria yang belum terselesaikan.

Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2021 ini, Serikat Petani Indonesia (SPI) mengusung tema “Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria untuk Menegakkan Kedaulatan Pangan dan Memajukan Kesejahteraan Petani dan Rakyat Indonesia”. Tema ini diambil dikarenakan untuk mengingatkan upaya untuk terus meneguhkan perecepatan reforma agraria dan penguatan kebijakan reforma agraria. Bersamaan dengan upaya untuk menguatkan negara dalam implementasi reforma agraria, SPI juga mendorong pembentukan kekuatan massa petani sebagai motor penggerak utama dalam meredistribusi tanah dan membangun kehidupan secara kolektif.

Soal pangan adalah hidup dan matinya sebuah bangsa, jika para petaninya miskin maka ketahanan pangan negara akan teramcam. Maka dari itu memastikan keberlangsungan kesejahteraan petani adalah tugas kita semua. Selamat memperingati Hari Tani Nasional 2021.

Ditulis oleh Kastrat HM Sejarah UNDIP

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *