Hidup Museum di Kala Pandemi

43 tahun  sudah tepat tanggal 18 Mei 2020,  ICOM “International Council Of Museums” mengadakan hajat besar bagi seluruh komunitas museum di seluruh dunia yaitu International Museum Day. Terbentuknya acara ini bertujuan untuk meningkatkan kepudulian masyarakat terhadap peranan museum dalam perkembangan masyarakat dan museum sebagai sarana penting pertukaran budaya, pengayaan budaya dan pengembangan saling pengertian, serta kerjasama dan perdamaian di antara orang-orang. Lebih dari 37.000 museum di 158 negara ikut berpartisipasi dalam acara tersebut termasuk Indonesia.

International Museum Day biasa diselenggarakan dengan sangat meriah di museum seluruh dunia. Tema-tema yang ditawarkan pada setiap tahun juga sangat menarik. Acara yang biasanya dilaksanakan ketika memperingati IMD seperti forum diskusi antar negara-negara membahas sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan museum, membuat pameran gabungan antar negara regional dsb. Pada tahun ini International Museum Day dirayakan dengan tema “Museum Untuk Kesetaraan”. Namun perayaan hari museum sedunia kali ini harus berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, karena pada tahun 2020 ini  dunia sedang diterpa wabah pandemi yang membahayakan bagi kesehatan manusia. Hampir di seluruh sektor kehidupan mati suri karena terdampak adanya wabah pandemik ini.

Untuk tetap memperingati hari museum sedunia, ICOM melalui beberapa museum yang berada di bawah naungannya melalui kegiatan digital, di Indonesia Museum Nasional dan House Of Sampoerna akan tetap terlibat dalam acara tahunan tersebut. Namun ICOM berencana akan tetap mengadakan International Museum Day pada tanggan 14 November 2020 yang dilaksanakan langsung di lokasi selama 3 hari. Rencana ini juga bertepatan dengan Long Night Museum dan ulang tahun ICOM ke 74 tahun

ICOM yang merupakan himpunan bagi seluruh komunitas museum di dunia menghimbau para pengelola museum untuk memberhentikan semua kegiatan yang bersifat umum dimasa pandemik ini, hal ini tentu dilakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Museum-museum yang berada di Indonesia menutup sementara akses kunjungan bagi para wisatawan sampai batas  waktu yang tidak ditentukan. Di Indonesia tedapat 2 jenis museum berdasarkan penyelenggaraan nya yaitu, museum pemerintah & museum swasta. Museum yang berada di bawah naungan Kemendikbud melakukan inovasi agar masyarakat tetap dapat mengakses museum dan beberapa situs kebudayaan menggunakan platform teknologi. Museum Nasional misalnya, selain menawarkan akses kunjungan secara virtual, mereka juga mengadakan seminar-seminar online,  hal ini diharapkan agar tetap bisa mengedukasikan seluk-beluk mengenai museum.  Sementara itu, museum swasta seperti Museum Macan yang bertempat di Jakarta melakukan hal serupa dengan menyediakan platform untuk masyarakat tetap bisa berkunjung ke museum walaupun dilakukan secara virtual dan pihak pengelola aktif mengkampanyekan  #MuseumFromHome.

Ketika Covid-19 akan mereda dan dunia mulai kondusif, tampaknya manusia akan menghadapi kehidupan normal yang baru atau new normal era. Era dimana protokol kesehatan tetap harus dilakukan oleh setiap individu, karena WHO badan tertinggi kesehatan dunia menyatakan virus ini tidak akan benar-benar hilang dan oleh karena itu manusia diminta beradaptasi dengan hal baru tersebut. Begitu juga dengan museum, ICOM meminta kepada museum-museum untuk memperbaharui protokol keamanan kesehatan seperti, menentukan jumlah maksimum pengunjung, memastikan jarak aman tiap individu, pemesanan tiket sedapat mungkin dilakukan secara online agar tidak menimbulkan antrian, menjaga kebersihan museum beserta staf, dsb. Rencana itu dilakukan semata-mata hanya untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan oleh kita semua.

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *