LKMM-PD Sejarah dan HLT 2021: Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Kritis, Berkarakter, Prestatif dan Kritis

Upacara pengukuhan mahasiswa baru Universitas Diponegoro sudah dilakuakan secara daring pada satu bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2021. Dilanjutkan dengan serangkaian PPMB dan Pendidikan Karakter mahasiswa baru di masing-masing fakultas berlangsung sekitar lima hari. Selanjutnya yaitu harus menjalani proses kaderisasi yang dilaksanakan oleh setiap program studi. Begitu pun yang dilakukan oleh Program Studi S-1 Sejarah untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2021. Kegiatan kaderisasi ini merupakan program kerja tahunan dari Divisi PSDM HM Sejarah yang bertujuan sebagai bentuk pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru serta menjalin keakraban terkhusus di angkatan 2021, akan tetapi sebagai ajang menambah relasi di setiap angkatan yang berbeda. Hal itu terlihat dengan menggandeng angkatan 2019 dan 2020 untuk bergabung menjadi kakak pembimbing.

Proses kaderisasi terus berlanjut, sampai akhirnya sebagai puncak dari serangkaian kaderisasi yang dilakukan di Program Studi Sejarah, Divisi PSDM mengadakan kegiatan LKMM-PD dan HLT 2021 dengan tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Kritis, Berkarakter, Prestatif dan Kritis”. Adapun kegiatan ini untuk menstimulus potensi keterampilam kepemimpinan mahasiswa dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan serta keteladanan kepada mahasiswa. Selain itu mahasiwa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berorganisasi serta manajemen organisasi yang terarah, sejalan dengan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum yaitu “bahwa kegiatan ini saya pandang sebagai kegiatan yang positif dan konstruktif dalam upaya meningkatkan kualitas soft skill mahasiswa, karena mahasiswa tidak hanya harus kaya secara akademik, secara intelektual tetapi dengan melihat perkembangan pasar, perkembangan lingkungan global saat ini mau tidak mau ya kemampuan soft skill itu harus di diasah oleh para mahasiswa supaya mudah beradaptasi, mudah berkompetisi ditengah global saat ini”, selanjutnya juga berharap kedepannya bisa menciptakan lulusan sejarah mengenai soft skill yang sesuai dengan profil sejarah yaitu historiopreneur.

Puncak dari serangkaian kaderisasi tersebut dimulai sekitar pukul 08:00 WIB (11/09/21) pada kegiatan LKMM-PD yang dipandu oleh Denio Artanipa Mulyana selaku MC. Kegiatan LKKM-PD dihadiri oleh Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FIB Bapak Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum, Perwakilan Senat FIB, Kepala Program Studi S-1 Sejarah Bapak Dr. Drs. Dhanang Respati Puguh, M.Hum, Ketua HM Sejarah 2021 Debora Alfi Dwidi Teofani dan mahasiswa baru angkatan 2021. Tidak lupa ada pembicara-pembicara hebat yang akan membagikan ilmu serta pengalamannya berkaitan dengan tujuan dari kegiatan ini. Pembicara I di LKKM-PD yaitu Aditya Nurullahi Purnama (Tenaga Ahli DPR RI) yang dipandu oleh moderator I (Nur Ainayah Al-faatihah). Pembicara I memaparkan topik pembahasan mengenai “Analisis Potensi Diri dan Literasi”. Yang sudah disampaikan oleh Pembicara I, “Ini berkenaan dengan bagaimana kita berdamai diri sebelum kita mengembangkan potensi diri, teman-teman akan sulit mengembangkan potensi diri ketika tidak bisa menerima diri kalian dulu, ajak diri kalian berdamai dulu setelah diri kalian berkompromi silahkan menatap masa depan, silahkan tatap apa yang ingin teman-teman lakukan itu jauh akan lebih lega”, imbuhnya. Ketika sudah mensyukuri dan berdamai diri barulah mulai menata rencana. Rencana itu bisa digambarkan seperti halnya 1) hardship management, 2) social involvement dan 3) trials (sometimes you win, sometimes u learn). Selain itu personal branding (niat – mindset, keterlibatan – relasi [organisasi, komunitas, dan sejumlah “circles”], kapasitas – karya, pemanfaatan social media) juga sangat penting dalam mengenali potensi diri serta meningkatkan literasi itu bisa dilakukan dengan pengalaman intelektual maupun soft skill seperti halnya melakukan organisasi atau relasi. Terdapat strategi pengembangan diri di kampus yaitu mengenai paradigma “gradual development” diantaranya adaptasi, eksplorasi dan kontribusi. Adapun faktor lain untuk mengembangkan potensi diri yaitu circles, mentorship, internal motivation (life –vision, family, etc.) dan attitude.

Untuk Pembicara II disampaikan oleh Ibu Fanada Sholihah (Mawapres 2 UNDIP 2016 dan Dosen Prodi Sejarah FIB UNDIP). Tidak lupa penyampain materi dari Pembicara II ini dipandu oleh Moderator II (Fathan Yughadaru). Pembicara II memaparkan topik pembahasan mengenai “Pola Pikir Prestatif”. Di awal pemaparan materinya Ibu Fanada memberikan statement ialah “saya mencoba menggali sesuatu yang menarik dari sejarah, pasti ada satu hal yang menarik yang bisa saya maksimalkan”. Kemudian tetap selalu melihat peluang sesuai dengan karakter masing-masing atau sesuatu yang diminati yang nantinya dapat dilakukan. Jadi pelajaran disini adalah kalau kita tahu satu tapi mendalam jauh lebih baik daripada kita tahu banyak hal tapi itu hanya bergerak pada luaran kulitnya saja. Cara untuk memaksimalkan dikutip dari pernyataan Ibu Fanada bahwa potensi langkah pertama adalah mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri secara jujur, langkah kedua adalah tentukan strategi (sekali waktu, kita perlu menantang diri untuk melakukan sesuatu yang kita takuti. Hanya untuk memastikan bahwa ketakutan selalu ada batasnya. Terkadang, anti tesis itu perlu) dan mengapresiasi diri (hargai usaha diri dan berterima kasihlah pada orang-orang yang terlibat dalam proses belajarmu. Berterima kasihlah pada semesta). Dengan begitu perlu melakukan beberapa hal yaitu 1) memahami diri lebih cepat, sometimes, multitasking can kill our brain, 2) memaksimalkan pertemanan positif, menggali hal-hal baru dengan teman, 3) belajar bahasa dan soft skill (cara mencari jurnal yang tepat, menulis dengan baik), 4) memanfaatkan teknologi untuk hal positif, contoh: voice to text untuk menunjang kemageran), 5) menjaring network dengan siapa saja, tidak jaim dan seolah tidak butuh relasi, 6) memberi space pada diri sendiri untuk berkontemplasi, memahami state of mind, tanpa risau dengan “kebisingan dunia”. Fokus hanya pada yang penting dan berharga, dan 7) hidup seimbang (olahraga, berdoa dan jalan-jalan). Prestasi itu bisa tercapai apabila selalu memiliki konsistensi belajar, mencoba menemukan satu hal apa yang menarik dan keunggulan yang ada pada diri kalian itu apa.

Selanjutnya pembicara III disampaikan oleh Maulana Hanif Ghifari (Ketua BEM SV 2019). Di sesi ini penyampain materi dari Pembicara III ini dipandu oleh Moderator III (Akhdiat Dimas Abimanyu). Pembicara III memaparkan topik pembahasan mengenai “Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa”. Sesuai data riset dari World Economic Forum Top 10 Skills, 2017 yang dimana pada tahun 2020 critical thinking menempati posisi kedua setelah complex problem solving. Berpikir kritis intinya adalah proses untuk mendalami sebuah informasi dan menilai informasi tersebut dengan fakta atau kata lain berpikir secara skeptis. Lantas kenapa harus berpikir kritis? Tentunya agar tidak mudah tertipu/ter-doktrin, ajang introspeksi diri (self-criticism), berani untuk berpendapat/memberi solusi, menemukan kebenaran logis serta menjadikan untuk dapat kreatif dan inovatif (out of the box). Sebagai mahasiswa untuk menumbuhkan sikap kritis yaitu dengan perbanyak berdiskusi dan menciptakan iklim literasi. Sedangkan alur berpikir kritis tentunya harus melakukan analisis masalah  hipotesis, tesis anti-tesis = sintesis dan memberikan solusi. Lalu mengenai peran mahasiswa diharapkan dapat menjadikan agent of change, iron stock, moral force, social control dan guardian of value.

Kegiatan berlanjut di HLT (Historian Leadership Training) hari Minggu pukul 08:00 WIB (12/09/21). HLT bertujuan untuk menstimulus potensi kepemimpinan mahasiswa sebagai persiapan berkompetisi di era global terkhusus untuk menanamkan nilai kepemimpinan serta keteladanan kepada mahasiswa baru agar lahir pemimpin baru yang berkompeten. Dengan adanya HLT diharapkan mahasiwa baru dapat memiliki sikap kritis dan dasar kemampuan berorganisasi serta sikap terarah dalam perkuliahan. Untuk Pembicara IV di kegiatan HLT akan disampaikan oleh M. Abdullah Anas Al Masyudi (Ketua BEM FT 2021). Penyampain materi dari Pembicara IV ini dipandu oleh Moderator IV (Abhi Setyaka Putra). Pembicara IV memaparkan topik pembahasan mengenai “Manajemen Organisasi”. Sebenarnya dalam strategi manajemen bagi sebuah organisasi itu yang paling penting tiga keywords ini diantaranya formulasi (planning), implementasi (organizing and actuating) dan evaluasi (controlling).  Di akhir pemaparan materinya Pemateri IV memberikan clossing statement “Nikmati prosesnya sertakan Tuhan di dalamnya, semangat terus teman-teman karena pelaut yang handal itu tidak terlahir dari lautan yang tenang, tetapi bukan tugas kita untuk terus membuat lautan tidak tenang, tetapi kemudian untuk menciptakan lautan yang tenang untuk kita semua”.

Selanjutnya Pembicara V akan disampaikan oleh Ayu Rizki Amelia (Ketua Umum SM FPP 2020) yang akan dipandu oleh Moderator V (Wiwi Sri Safitri). Pembicara V memaparkan topik pembahasan mengenai “Teknik Sidang dan Simulasi Sidang”. Di sidang ini akan membahas tentang suatu permasalahan dengan pertimbangan yang mendalam nanti akan banyak perbedaan pendapat di dalamnya, akan tetapi untuk menyatukan perbedaan itu dengan bermusyawarah untuk memecahkan masalah dan memberikan solusi yang baik. Dalam persidangan tentunya akan ada tata tertib untuk mengatur keberlangsungan sidang tersebut. Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta saat sidang dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal, yang mencakup perangkat sidang, hak dan kewajiban, sanksi, kuorom serta mekanisme pengambilan keputusan. Kemudian untuk pemahaman mengenai sistematika teknik sidangnya maka diadakan praktik simulasi sidang yang dilakukan oleh mahasiswa baru dan beberapa panitia PSDM. Simulasi ini sekaligus menjadi penutup dari kegiatan HLT. Tentunya serangkaian acara LKKM-PD dan HLT sekaligus menutup kaderisasi Prodi Sejarah angkatan 2021. Sebagai clossing statement dari Ketua Pelaksana LKMM-PD dan HLT (Hilda Nurmala Risani), “semoga apa yang kalian dapatkan selama mengikuti kegiatan LKMM-PD dan HLT Sejarah 2021 dapat bermanfaat sebagai bekal kalian dalam menjalani sebagai kehidupan mahsiswa, terutama dalan kehidupan berorganisasi”.

Penulis: Rika Vrindia Perdana

© Divisi Penerbitan HM Sejarah UNDIP 2021

Author: hmsejarah1980

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *