Divisi Kajian dan Aksi Strategis (Penulis)
20 Juni 2022
Hari Pengungsi Sedunia atau World Refugee Day merupakan upaya komunitas internasional untuk mengenang dan menghormati bagaimana perjuangan seluruh pengungsi di dunia yang terpaksa meninggalkan negara asal mereka untuk menghindari konflik atau penganiayaan sekaligus sebuah peringatan untuk membangun empati dan pemahaman bahwa pengungsi adalah masalah kolektif yang artinya membutuhkan kemauan dan upaya penyelesaian yang kolektif pula.
Hari Pengungsi Sedunia di resmikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pertama kalinya pada pada 20 Juni 2001 yang sekaligus menandai 50 tahun Konvensi 1951 terkait Status Pengungsi yang pada saat itu peringatan tersebut dikenal dengan Hari Pengungsi Afrika sebelum berganti nama menjadi Hari Pengungsi Sedunia.
Pada akhir tahun 2020 jumlah pengungsi mencapai 82,4 juta jiwa di seluruh dunia karena penganiayaan, konflik, kekerasan atau pelanggaran hak asasi manusia di tambah dengan pandemi Covid-19.Sedangkan pada akhir tahun 2021 pengungsi mencapai sekitar 89,3 juta jiwa.
Pada Mei tahun ini United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR ) melaporkan pengungsi mencapai 100 juta lebih jiwa yang nengungsi.Lonjakan tajam dari pengungsi ini akibat dari Perang Ukraina .Lebih dari 7 juta orang Ukraina mengungsi di dalam negeri karena perang, dan lebih dari 6 juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina.United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sendiri merupakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus untuk mengurusi pengungsi.
Karena lonjakan pengungsi yang mencapai 100 juta jiwa lebih,dukungan publik di seluruh dunia meningkat.Sebuah survei oleh lembaga jajak pendapat Ipsos juga menunjukkan pada Jumat 17 Juni bahwa dunia telah menjadi lebih berbelas kasih terhadap pengungsi. Temuan ini disebut menunjukkan bahwa perang di Ukraina telah meningkatkan keterbukaan publik kepada orang-orang yang melarikan diri dari perang atau penindasan.
The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengungkapkan adanya belasan ribu pengungsi dari puluhan negara yang berada di Indonesia. Mayoritas pengungsi itu berada di kawasan Jabodetabek “Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 13.000 pengungsi dari 45 negara asal yang berbeda di seluruh dunia,” kata Representatif UNHCR Indonesia, Ann Maymann, di Hotel Akmani, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020). Maymann menyebut lebih dari 50 persen pengungsi itu berasal dari Afghanistan, disusul kemudian dari Somalia dan Irak. Menurut Maymann, para pengungsi itu sebenarnya tidak ingin membebani Indonesia.
Harapan dari adanya Hari Pengungsi sedunia adalah untuk mengajak kita menyadarkan masyarakat untuk menghentikan kekerasan dan kepedihan yang terjadi yang menjadi alasan utama orang-orang berpindah tempat. UNHCR juga meluncurkan kampanyenya berupa tagar #WithRefugees sejak Juni 2016 untuk mendorong setiap orang, termasuk pemerintah dan masyarakat yang menjadi tempat transit para pengungsi untuk membantu bersama-sama menangani krisis pengungsian global.
Kajian dan Aksi Strategis 2022
Sumber :

Tinggalkan Balasan