Hmsejarah.undip.ac.id – Internet Archive merupakan sebuah platform arsip bebas akses yang dikelola oleh organisasi non-profit. Kehadiran arsip yang telah ada, membawa kebebasan informasi bagi seluruh kalangan di dunia. Arsip-arsip itu telah mengurangi ketimpangan pengetahuan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya, dan membawa peradaban manusia selangkah lebih maju daripada sebelumnya.
Platform yang menjadi situs andalan para peneliti, utamanya para sejarawan, kini harus kehilangan takhtanya. Bulan lalu, Internet Archive sempat kehilangan beberapa koleksi buku klasik, sebab mengalami perselisihan dengan beberapa penerbit. Ironisnya, salah satu buku yang hilang adalah 1984 karya George Orwell.
Kini, Internet Archive telah lenyap ditelan penguasa. Berawal dari para penerbit, lambat laun web dan perusahaan besutan Brewster Kahle melambat sebab kehilangan sekuritasnya. Tepat pada 10 Oktober 2024 lalu, penyerangan mulai dilakukan oleh kalangan DDOS, setidaknya begitulah yang dapat diketahui melalui cuitan Brewster di media sosial X.
Perlu diketahui bahwa Internet Archive merupakan sebuah perusahaan yang kemudian memayungi beberapa web, seperti Open Library dan Wayback Machine, yang di mana keduanya merupakan dua penemuan tersebut dipayungi oleh perusahaan Brewster.
Banyak kebudayaan yang telah disimpan dan diarsipkan secara digital dalam archive.org. Akan tetapi, penyerangan yang terus-menerus terjadi, membawa petaka bagi perkembangan kebudayaan kita. Hilangnya beberapa periode dan kala waktu, serta berbagai kekayaan intelektual, akan memberikan kutukan bagi kebudayaan global.
Kehadiran Brewster merupakan salah satu pengaruh besar bagi perkembangan ilmu, pengetahuan, dan informasi digital dalam skala global, tak tertinggal dengan Elbakyan, dan orang-orangan dibalik Library Genesis, pula Wikipedia yang telah menyokong akses informasi secara meluas bagi seluruh kalangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan